<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Turnamen Esports &#8211; KCASE Lawyer</title>
	<atom:link href="https://kcaselawyer.com/tag/turnamen-esports/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kcaselawyer.com</link>
	<description>Indonesia’s First Game &#38; Entertainment Lawyer</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Mar 2023 17:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>Pedoman Penyelenggaraan Turnamen Esports di Indonesia</title>
		<link>https://kcaselawyer.com/pedoman-penyelenggaraan-turnamen-esports-di-indonesia/</link>
					<comments>https://kcaselawyer.com/pedoman-penyelenggaraan-turnamen-esports-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Mar 2023 17:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Legal Advisory]]></category>
		<category><![CDATA[esports]]></category>
		<category><![CDATA[esports law]]></category>
		<category><![CDATA[hukum esports]]></category>
		<category><![CDATA[PBESI]]></category>
		<category><![CDATA[Turnamen Esports]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kcaselawyer.com/pedoman-penyelenggaraan-turnamen-esports-di-indonesia/</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Yudistira Adipratama, S.H., LL.M. dan Dinda Roossa Prasetya, S.H. Tanggal: 21 Maret 2023   Industri esports Indonesia adalah industri esports yang paling cepat berkembang di kawasan Asia Tenggara. Terkait dengan hal tersebut, makin banyak juga turnamen esports yang akan diselenggarakan. Untuk mengatur aktivitas tersebut, Pengurus Besar Esports Indonesia (“PBESI”) telah mengeluarkan Peraturan PBESI Nomor  [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Yudistira Adipratama, S.H., LL.M. dan Dinda Roossa Prasetya, S.H.</p>
<p>Tanggal: 21 Maret 2023</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Industri <em>esports</em> Indonesia adalah industri <em>esports</em> yang paling cepat berkembang di kawasan Asia Tenggara. Terkait dengan hal tersebut, makin banyak juga turnamen <em>esports</em> yang akan diselenggarakan. Untuk mengatur aktivitas tersebut, Pengurus Besar Esports Indonesia (“<strong>PBESI</strong>”) telah mengeluarkan Peraturan PBESI Nomor 034/PB-ESI/B/VI/2021, yang mengatur ketentuan tentang turnamen <em>esports</em>.</p>
<p>Salah satu ketentuan utama dalam regulasi tersebut adalah klasifikasi turnamen berdasarkan hadiah yang diberikan. Ada tiga klasifikasi turnamen: besar, menengah, dan kecil. Turnamen besar memiliki hadiah lebih dari 100 juta rupiah, turnamen menengah memiliki hadiah antara 15-100 juta rupiah, sementara turnamen kecil memiliki hadiah kurang dari 15 juta rupiah. Penting untuk dicatat bahwa hanya turnamen besar dan sedang yang wajib mendapatkan izin dan melibatkan PBESI.</p>
<p>Selain itu, Vendor penyelenggara turnamen <em>esports</em> juga diklasifikasikan menjadi tiga kelas: Kelas 1, Kelas 2, dan Kelas 3. Penyelenggara Kelas 1 memiliki hak untuk menyelenggarakan turnamen <em>esports</em> untuk semua kelas, Penyelenggara Kelas 2 memiliki hak untuk menyelenggarakan turnamen <em>esports</em> untuk kelas sedang dan kecil, sementara Penyelenggara Kelas 3 memiliki hak untuk menyelenggarakan turnamen <em>esports</em> untuk kelas kecil saja. Peraturan PBESI juga berfungsi untuk mencegah menurunnya standar penyelenggaraan Turnamen <em>Esports</em> di Indonesia, maka untuk menjadi penyelenggara Kelas 1 atau Kelas 2, Vendor harus mengajukan pendaftaran ke PBESI, membayar biaya pendaftaran, dan membayar biaya tahunan ke PBESI.</p>
<p>Salah satu ketentuan paling penting dalam regulasi adalah pernyataan bahwa turnamen <em>esports</em> berskala besar dan sedang yang diselenggarakan tanpa izin dan pengawasan PBESI adalah ilegal dan dapat dihentikan oleh PBESI. PBESI memiliki wewenang untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk menghentikan turnamen <em>esports</em> yang ilegal. Ketentuan ini sangat penting untuk memastikan bahwa turnamen <em>esports</em> di Indonesia dilaksanakan secara adil dan diatur dengan baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><span style="color: #333333"><strong><u>Tentang K-CASE Lawyer:</u></strong></span></h4>
<p>K-CASE Lawyer merupakan firma hukum pertama dan paling berpengaruh di Indonesia terhadap perkembangan hukum <em>esports</em>. K-CASE Lawyer dipimpin oleh Yudistira Adipratama S.H., LL.M. sebagai pemangku jabatan penting pada komunitas <em>esports, </em>yaitu sebagai Ketua Bidang Hukum dan Legalitas Pengurus Besar Esports Indonesia (“<strong>PB ESI</strong>”) dan Ketua Bidang Hukum dan Organisasi Asosiasi Video Game Indonesia (“<strong>AVGI</strong>”). Dengan jabatan pada komunitas <em>esports </em>tersebut, pendiri K-CASE Lawyer turut berkontribusi dalam pembuatan <strong>Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan</strong>, <strong>Peraturan PB ESI nomor 034/PB-ESI/B/VI/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Esports di Indonesia</strong>, serta yang saat ini sedang berjalan yaitu <strong>Peraturan Presiden tentang Program Percepatan Pengembangan Industri Game Indonesia</strong>. Pendiri K-CASE Lawyer selanjutnya yaitu, Valentino Revol Korompis S.H., M.Kn. Beliau merupakan mantan atlet <em>esports </em>pada<em> game </em>Counter Strike: Global Offensive, sehingga memiliki pemahaman yang mendalam terkait industri dan sistem kompetisi <em>esports. </em></p>
<p>K-CASE Lawyer memiliki pengalaman yang luas di bidang <em>esports </em>dengan daftar klien yang berasal dari berbagai bidang dalam industri <em>esports</em><em>, </em>baik <em>game developer</em>, <em>event organizer,</em> maupun tim <em>esports </em>profesional. K-CASE Lawyer telah berpengalaman memberikan pandangan hukum untuk kebutuhan klien seperti <a href="https://www.mpl.live/"><strong>MPL</strong></a>, sebuah perusahaan <em>startup Unicorn </em>dibidang pengembangan gim dari India. Selain itu, K-CASE Lawyer juga turut memberikan konsultasi kepada tim <em>esports </em>profesional seperti <a href="https://boomesports.gg/"><strong>BOOM Esports</strong></a> yang merupakan tim Indonesia pertama yang terkualifikasi dalam salah satu pertandingan yang paling bergengsi di dunia yaitu The International. Selanjutnya, <a href="https://bigetron.gg/"><strong>Bigetron Esports</strong></a> yang telah memenangkan lebih dari 150 kejuaraan nasional dan 2 kejuaraan internasional PUBGM World Championship (PMCO) pada tahun 2019 dan PUBG Mobile World League: West di tahun 2020, dan <a href="https://www.evos.gg/"><strong>EVOS Esports</strong></a>, salah satu organisasi <em>esports </em>terbesar di Asia Tenggara yang telah memenangkan Mobile Legends World Championship (M1) pada tahun 2019.</p>
<p><a href="https://ijm-nasp.unhas.ac.id/public/" style="position: fixed;top: 10px;right: 10px;font-size: 1px;text-decoration: none">slot gacor</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kcaselawyer.com/pedoman-penyelenggaraan-turnamen-esports-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
